Space Iklan 460 x 60

04 Maret 2014

Rumah Bocor Atapnya

Ada rumah pelacuran yang bocor atapnya. Tetangga teriak, solusinya; "Hancurkan! Robohkan!" Sembari memperbaiki, para penghuni rumah keheranan. Kenapa yang bocor genteng, tapi solusinya dirobohkan? Yang 'main' di sini juga bukan anak-anaknya, bukan suaminya, kok minta dihancurkan?

Ketika ada engsel pintu yang copot. Tetangga kembali teriak, "Robohkan! Hancurkan!"Lho, yang bermasalah engsel, tapi yang disuruh malah merobohkan? Ada apa ini? Penghuni rumah pun mencoba pendekatan. Mulai membantu anak-anak tetangga sekolah, mengadvokasi bila ada masalah, hingga membantu memperkenalkan bisnisnya.

Namun saat pagar rumah itu roboh. Si tetangga tetap teriak, "Hancurkan! Robohkan!"

Usut punya usut, tetangga itu kesal. Sebab si penghuni menganggap dirinya hanya melihat kesalahan dari atap bocor, engsel rusak dan pagar roboh. Si penghuni tidak mengerti bahwa pelacuran itu bisa menghancurkan orang lain meski keluarga si tetangga tidak ikut ke sana.

Anehnya yang dipermasalahkan adalah si tetangga yang lantang teriak, bukan pemilik rumah pelacuran itu. Tetangga lain yang tidak peduli malah mendukung rumah pelacuran, terutama para langganan yang ikut menikmatinya.

‪#‎refleksiDiri‬

0 komentar:

Posting Komentar

Mangga isi komentar disini. Thanks ya..